close
close
0
Dikirim pada 13 Juni 2013 di Uncategories

Nama  : Khabib Abdul Azis

NIM    : 113111056/PAI 4B

Tugas  : UTS Media Pembelajaran

Dosen  : Dra. Hj. Muntholi’ah, M.Pd

 

Mata Pelajaran                      : Aqidah

Kelas/Semester                      : VIII/I

Alokasi Waktu                       : 1 x 40

Tujuan Pembelajaran           :Siswa dapat mengimani kitab-kitab Allah yang telah   diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya, yang berisi ajaran Allah untuk disampaikan kepada umatnya masing-masing dan tidak mengingkari salah satu kitab-kitab Allah tersebut.

Materi Pokok                         : Iman kepada kitab-kitab Allah

Standar Kompetensi             : 2. Meningkatkan keimanan kepada Kitab-kitab Allah

Kompetensi Dasar                 : 2.1 Menjelaskan pengertian beriman kepada Kitab-kitab Allah

 2.2 Menyebutkan nama Kitab-kitab Allah SWT yang           diturunkan kepada para Rasul

 2.3 Menampilkan sikap mencintai Al-Qur’an sebagai Kitab   Allah

Indikator                                :2.1.1 Menjelaskan nama-nama Kitab Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya

2.1.2 Menjelaskan persamaan dan perbedaan Kitab-kitab Allah

2.1.3 Menjelaskan perbedaan Kitab dengan Suhuf

2.1.4 Menjelaskan hikmah diturunkannya Kitab-kitab Allah

2.1.5 Menjelaskan perilaku yang mencerminkan beriman kepada   Kitab-kitab Allah

2.2.1 Menjelaskan nama-nama Kitab Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya

2.2.2 Menjelaskan persamaan dan perbedaan Kitab-kitab Allah

2.2.3 Menjelaskan perbedaan Kitab dengan Suhuf

2.2.4 Menjelaskan hikmah diturunkannya Kitab-kitab Allah

2.2.5 Menjelaskan perilaku yang mencerminkan beriman kepada Kitab-kitab Allah

2.3.1 Menjelaskan pengertian Al-Qur’an

2.3.2 Menyebutkan nama-nama lain Al-Qur’an

2.3.3 Menjelaskan pokok-pokok kandungan Al-Qur’an

2.3.4 Menjelaskan hikmah dan fungsi diturunkannya Al-Qur’an

2.3.5 Menunjukkan sikap mencintai Al-Qur’an sebagai Kitab Allah

Materi Ajar                            :

  1. Pengertian beriman kepada Kitab-kitab Allah
  1. Iman kepada Kitab-kitab Allah

Salah satu pokok kepercayaan atau rukun iman dalam Islam ialah meyakini adanya kitab-kitab Allah swt. Pernyataan iman seseorang kepada Allah swt yang tidak diikuti dengan keyakinan adanya kitab-kitab suci-Nya hanyalah omong kosong. Kitab-kitab Allah swt adalah himpunan wahyu yang diturunkan kepada para Rasul-Nya untuk disampaikan kepada manusia sebagai pedoman hidup.[1]

Menurut istilah, kitab adalah kumpulan wahyu Allah swt yang diturunkan kepada Rasul-rasul-Nya yang terdapat dalam lembaran-lembaran dan terkumpul menjadi satu bentuk buku. Beriman kepada kitab-kitab Allah swt ialah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah swt telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada Rasul-rasul-Nya dari Lauh Mahfud dan yakin bahwa segala isi yang terkandung di dalamnya adalah benar. Kita sebagai umat Islam belum cukup beriman kepada kitab-kitab Allah swt saja, tetapi harus senantiasa membaca, mempelajari dan memahami isi kandungannya. Sehingga kita tahu aturan-aturan dalamnya untuk selanjutnya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian kita telah menjadikan kitab sebagai pedoman hidup guna memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat yang abadi.[2]   

  1. Dalil naqli tentang beriman kepada Kitab-kitab Allah

Adapun dalil yang menunjukkan bahwa kita diperintahkan untuk beriman kepada kitab-kitab Allah swt adalah sebagai berikut:

Firman Allah swt:

... <@ä. z`tB#uä «!$$Î/ ¾ÏmÏFs3Í´¯»n=tBur ¾ÏmÎ7çFä.ur ¾Ï&Î#ߙâ‘ur Ÿw ä-ÌhxÿçR šú÷üt/ 7‰ymr& `ÏiB ¾Ï&Î#ߙ•‘ 4 (#qä9$s%ur $uZ÷èÏJy™ $oY÷èsÛr&ur ( y7tR#tøÿäî $oY­/u‘ šø‹s9Î)ur 玍ÅÁyJø9$# ÇËÑÎÈ  

Artinya: “Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan Kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." (QS. Al-Baqarah/2: 285)[3]

  1. Inti beriman kepada kepada Kitab-kitab Allah

Iman kepada kitab-kitab Allah meliputi tiga perkara pokok, yaitu:         

  1. Meyakini bahwa Allah memiliki beberapa kitab suci yang diwahyukan kepada Rasul-Nya untuk dijadikan pedoman hidup manusia.
  2. Meyakini kebenaran ajaran yang ada di dalamnya secara mutlak tanpa keragu-raguan sedikit pun.
  3. Mengamalkan ajaran-ajaran yang ada di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu, angota keluarga, maupun anggota masyarakat.[4]
  1. Perbedaan beriman kepada Kitab-kitab suci sebelum Al-Qur’an dengan kitab suci Al-Qur’an

Perbedaan beriman kepada Kitab-kitab suci sebelum Al-Qur’an dengan kitab suci Al-Qur’an ialah sebagai berikut.

  1. Beriman kepada kitab suci sebelum Al-Qur’an cukup meyakini adanya kitab suci tersebut, tidak wajib mengamalkan petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya.
  2. Beriman kepada kitab suci Al-Qur’an dengan meyakini keberadaannya, meyakini kebenaran petunjuknya, dan mengamalkan petunjuk-petunjuk tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Allah swt berfirman sebagai berikut.

tûïÏ%©!$#ur tbqãZÏB÷sム!$oÿÏ3 tA̓Ré& y7ø‹s9Î) !$tBur tA̓Ré& `ÏB y7Î=ö7s% ÍotÅzFy$$Î/ur ö/ãf tbqãZÏ%qムÇÍÈ     

Artinya: Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. (QS. Al-Baqarah/2:4)[5]

 

  1. Fungsi iman kepada Kitab-kitab Allah

Fungsi iman kepada kitab-kitab Allah adalah sebagai petunjuk hidup. Manusia hidup di dunia memerlukan petunjuk agar hidupnya terarah. Petunjuk yang diperlukan harus mempunyai kualitas yang tinggi melebihi petunjuk-petunjuk yang dibuat manusia sendiri. Tanpa adanya petunjuk atau pedoman hidup, manusia akan bingung tidak tahu arah dan tujuan hidup. Petunjuk yang dapat membimbing manusia ke arah tujuan hidup hanyalah kitab suci yang telah diwahyukan Allah kepada para Rasul-Nya.

Di dalam Surah az-Zariyat ayat 56, telah ditegaskan bahwa jin dan manusia dicipta oleh Allah tidak lain hanyalah agar menghambakan diri kepada-Nya. Sementara itu, di dalam Surah al-Baqarah ayat 30 dinyatakan oleh Allah bahwa manusia diciptakan Allah sebagai khalifah di dunia dalam rangka menghambakan diri kepada-Nya.

Kehidupan manusia di bumi ini tidak lepas dari permasalahan yang sulit untuk dipecahkan. Permasalahan hidup makin bertambah banyak sehinggamanusia sering lupa dari tugas hidupnya sebagai hamba Allah.

Dengan beriman secara benar kepada kitab-kitab Allah, manusia memperoleh bimbingan dalam hidupnya sehingga persoalan hidup dapat teratasi.[6]

                                                                                         

  1. Nama-nama Kitab-kitab Allah SWT yang diturunkan kepada para Rasul
  1. Nama-nama Kitab Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya

Kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para Rasul-Nya yang wajib kita imani yaitu ada empat antara lain:

  1. Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s.
  2. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Dawud a.s.
  3. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa a.s.
  4. Kitab Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.[7]
  1. Persamaan dan perbedaan Kitab-kitab Allah

Dari segi isi terdapat persamaan dan perbedaan. Persamaan yang ada pada kitab-kitab itu terletak pada aspek akidah, yaitu tauhid atau mengesakan Allah, sedang aspek-aspek hukum atau syariat mengalami perkembangan dari satukitab ke kitab yang lain.

Dalam hal akidah secara prinsipal sama saja, tetapi diungkapkan dalam pemaparan bahasa yang berbeda. Dalam Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, pemaparan prinsip tauhid diperkaya dengan berbagai penjelasan dan bukti yang memberikan argumentsi yang jelas dan tepat, karena umat Nabi Muhammad telah mampu mengembangkan nalar dan tingkat perkembangan pemikiran umatnya belum membutuhkannya.

Demikian pula dalam persoalan hukum, pada Al-Qur’an aturan-aturan Allah dikemukakan secara luas dan jelas. Kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada manusia sebelum Al-Qur’an telah hilang atau kendatipun dianggap ada pikiran manusia ke dalamnya. Oleh karena itu, Allah menurunkan Al-Qur’an untuk meluruskan kesalahan itu dan menghapus kelaikan kitab-kitab sebelumnya dan menggantikannya dengan Al-Qur’an.[8]

  1. Perbedaan Kitab dengan Suhuf
  1. Kitab: Menurut bahasa artinya “yang ditulis”, sedangkan menurut istilah adalah kumpulan firman Allah yang diturunkan kepada para Nabi untuk disampaikan kepada umatnya.
  2. Suhuf: Menurut bahasa artinya “lembaran”, sedangkan menurut istilah adalah lembaran-lembaran yang berisikan firman Allah tentang hukum-hukum yang disampaikan kepada para Nabi untuk diteruskan kepada umatnya.[9]

Jumlah kitab yang wajib diimani ada 4 yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an. Sedangkan jumlah suhuf yang harus kita ketahui adalah sebagai berikut:

            Nabi Idris a.s. menerima 30 suhuf.

            Nabi Syis a.s. menerima 50 suhuf.

Nabi Ibrahim a.s. menerima 10  suhuf.

            Nabi Musa a.s. menerima 10 suhuf.

Disamping ada perbedaan antara kitab dan suhuf, maka antara keduanya juga ada persamaan. Adapun persamaan antara kitab dan suhuf yaitu sama-sama wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul-Nya untuk dijadikan pedoman hidup.[10]

 

 

  1. Hikmah diturunkannya Kitab-kitab Allah

Ada beberapa hikmah diturunkannya kitab-kitab Allah yaitu antara lain sebagai berikut.

  1. Melepaskan manusia dari kesesatan
  2. Mendapat syifa’ (obat) dari Allah
  3. Selalu mendapat rahmat dari Allah
  4. Mendapat ilmu pengetahuan yang luas
  5. Menjadi manusia pilihan
  6. Selalu mendapat petunjuk dari Allah[11]
  1. Perilaku yang mencerminkan beriman kepada Kitab-kitab Allah

Perilaku orang yang beriman kepada kitab Allah antara lain:

  1. Memiliki rasa hormat dan menghargai kitab suci sebagai kitab yang memiliki kedudukan di atas segala kitab yang lain.
  2. Berusaha menjaga kesucian kitab suci dan membelanya apabila ada pihak lain yang meremehkannya.
  3. Mau mempelajari dengan sungguh-sungguh petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya, baik dengan membaca sendiri maupun menghadiri majelis taklim.
  4. Berusaha untuk mengamalkan petunjuk-petunjuknya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
  5. Berusaha untuk menyebarluaskan petunjuk-petunjuknya kepada orang lain, baik di lingkungan keluarga sendiri maupun masyarakat.
  6. Berusaha untuk memperbaiki bacaannya dengan mempelajari ilmu tajwid.
  7. Tunduk kepada hukum yang ada di dalam kitab suci dalam menyelesaikan suatu permasalahan.[12]

 

  1. Sikap mencintai Al-Qur’an sebagai Kitab Allah
  1. Pengertian Al-Qur’an

Al-Qur’an menurut lugah/bahasa artinya membaca atau bacaan yang mengandung makna bahwa agar supaya Al-Qur’an itu senantiasa dibaca/dijadikan bacaan setiap hari. Sedangkan menurut istilah Al-Qur’an yaitu firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dari Lauh Mahfud melalui malaikat Jibril a.s. serta membacanya termasuk ibadah yang berpahala.

Kitab Al-Qur’an merupakan kitab terakhir yang diturunkan nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad saw sebagai mukjizat paling besar dan bukti kerasulannya. Al-Qur’an berfungsi menyempurnakan kitab-kitab suci terdahulu sebelum Al-Qur’an.[13]

  1. Nama-nama lain Al-Qur’an

Adapun nama-nama lain Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

  1. Al-Furqan artinya pembeda.
  2. Al-Kitab artinya kitab yang dibukukan.
  3. Az-Zikr artinya peringatan.
  4. Al-Mau’izah artinya nasihat.
  5. Al-Bayan artinya penjelas.
  6. Al-Burhan artinya bukti kebenaran.
  7. Al-Huda artinya petunjuk.[14]
  1. Pokok-pokok kandungan Al-Qur’an

Sebagai kitab suci yang menyempurnakan kitab terdahulu, Al-Qur’an berisi petunjuk hidup secara lengkap sesuai dengan perkembangan zaman. Ajaran yang terkandung di dalam Al-Qur’an secara garis besar, antara lain sebagai berikut:

  1. Akidah, yakni mengajarkan kepercayaan terhadap Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari akhir, dan takdir. Keenam perkara ini disebut rukun iman atau pokok-pokok kepercayaan. Di samping enam pokok kepercayaan tersebut, diajarkan pula kepercayaan akan hal-hal gaib, seperti jin, setan, alam akhirat, surga, dan neraka.
  2. Ibadah, yakni mengajarkan tentang cara-cara beribadah kepada Allah.
  3. Muamalah, yakni mengajarkan hubungan antar manusia, baik dalam keluarga, tetangga, maupun masyarakat.
  4. Akhlak karimah, yakni mengajarkan tentang budi pekerti yang mulia, baik dengan anggota keluarga dan masyarakat secara luas maupun dengan Allah sebagai penciptanya.
  5. Tarikh, yakni menceritakan sejarah umat terdahulu untuk diambil pelajaran bagi umat sesudahnya.
  6. Syariat, yakni mengajarkan tentang peraturan perundang-undangan secara menyeluruh yang berkaitan dengan ibadah, akidah, dan muamalah.[15]
  1. Hikmah dan fungsi diturunkannya Al-Qur’an 

Sebelum Al-Qur’an diturunkan, masyarakat Arab hidup dalam kegelapan. Mereka juga disebut masyarakat jahiliah karena tidak mampu memilih petunjuk dengan benar. Mereka banyak menyimpang dari agama tauhid yang telah diajarkan nabi sebelumnya.

Setelah Nabi Muhammad saw diutus Allah swt untuk menyampaikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup yang benar, sebagian mereka ada yang beriman dan sebagian ada yang menolak. Mereka yang semula menyembah berhala, kemudian menyembah Allah swt dan mau mengikuti ajaran Islam. Dengan demikian, hikmah diturunkannya Al-Qur’an adalah untuk menuntun manusia ke jalan yang benar agar selamat hidupdi dunia dan akhirat.

Kitab suci diturunkan oleh Allah swt kepada Rasul-rasul-Nya berfungsi sebagai petunjuk atau pedoman hidup manusia. Kehidupan manusia di dunia ini mengalami perkembangan dari kehidupan yang sederhana menjadi lebih maju atau modern. Oleh karena itu, Allah tidak hanya menurunkan satu kitab.

Kedudukan Al-Qur’an terhadap kitab-kitab suci yang lain adalah sebagai penyempurna. Ajaran yang terdapat dalam kitab suci terdahulu bersifat sederhana dan disempurnakan oleh kitab suci Al-Qur’an.[16]  

  1. Sikap mencintai Al-Qur’an sebagai Kitab Allah

Kita sebagai umat Islam harus mencintaiterhadap kitab sucinya yaitu Al-Qur’an, bukti kecintaan kita terhadap Al-Qur’an yaitu dengan cara:

  1. Membaca Al-Qur’an
  2. Mendengarkan Al-Qur’an
  3. Mempelajari dan mengajarkan isi kandungan Al-Qur’an
  4. Mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an
  5. Membumikan nilai-nilai Al-Qur’an.[17]

Alat/Bahan/Sumber Belajar : Multimedia (Power Point)

 

 

Referensi                                :

Ibrahim T. dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009.

Al Arif, Ahmad Adib, Akidah Akhlak, Semarang: Aneka Ilmu, 2009.

Taufiq, Ahmad dan Muhammad Rohmadi, Pendidikan Agama Islam: Pendidikan Karakter Berbasis Agama, Surakarta: Yuma Pustaka, 2010.

Uman, Cholil dan Mas’ud Nawi, Materi Penting Pendidikan Agama Islam, Surabaya: Surya Agung, 1996.



[1] T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 2.

[2] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 2.         

[3] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 3.         

[4] T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 2-3.

[5] T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 3.

[6] T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 4.  

[7] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 9-10.   

[8] Ahmad Taufiq dan Muhammad Rohmadi, Pendidikan Agama Islam: Pendidikan Karakter Berbasis Agama, (Surakarta: Yuma Pustaka, 2010), hlm. 19-20.

[9] Cholil Uman dan Mas’ud Nawi, Materi Penting Pendidikan Agama Islam, (Surabaya: Surya Agung, 1996), hlm. 9.

[10] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 4-5.

[11] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 7-9.  

[12] T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 21. 

[13] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 10-11.

[14] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 12.

[15] T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 14-15. 

[16] T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 13-14. 

[17] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 12-14.

Nama  : Khabib Abdul Azis

NIM    : 113111056/PAI 4B

Tugas  : UTS Media Pembelajaran

Dosen  : Dra. Hj. Muntholi’ah, M.Pd

 

 

Mata Pelajaran                      : Aqidah

Kelas/Semester                      : VIII/I

Alokasi Waktu                       : 1 x 40

Tujuan Pembelajaran           :Siswa dapat mengimani kitab-kitab Allah yang telah   diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya, yang berisi ajaran Allah untuk disampaikan kepada umatnya masing-masing dan tidak mengingkari salah satu kitab-kitab Allah tersebut.

Materi Pokok                         : Iman kepada kitab-kitab Allah

Standar Kompetensi             : 2. Meningkatkan keimanan kepada Kitab-kitab Allah

Kompetensi Dasar                 : 2.1 Menjelaskan pengertian beriman kepada Kitab-kitab Allah

 2.2 Menyebutkan nama Kitab-kitab Allah SWT yang           diturunkan kepada para Rasul

 2.3 Menampilkan sikap mencintai Al-Qur’an sebagai Kitab   Allah

Indikator                                :2.1.1 Menjelaskan nama-nama Kitab Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya

2.1.2 Menjelaskan persamaan dan perbedaan Kitab-kitab Allah

2.1.3 Menjelaskan perbedaan Kitab dengan Suhuf

2.1.4 Menjelaskan hikmah diturunkannya Kitab-kitab Allah

2.1.5 Menjelaskan perilaku yang mencerminkan beriman kepada   Kitab-kitab Allah

2.2.1 Menjelaskan nama-nama Kitab Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya

2.2.2 Menjelaskan persamaan dan perbedaan Kitab-kitab Allah

2.2.3 Menjelaskan perbedaan Kitab dengan Suhuf

2.2.4 Menjelaskan hikmah diturunkannya Kitab-kitab Allah

2.2.5 Menjelaskan perilaku yang mencerminkan beriman kepada Kitab-kitab Allah

2.3.1 Menjelaskan pengertian Al-Qur’an

2.3.2 Menyebutkan nama-nama lain Al-Qur’an

2.3.3 Menjelaskan pokok-pokok kandungan Al-Qur’an

2.3.4 Menjelaskan hikmah dan fungsi diturunkannya Al-Qur’an

2.3.5 Menunjukkan sikap mencintai Al-Qur’an sebagai Kitab Allah

Materi Ajar                            :

  1. Pengertian beriman kepada Kitab-kitab Allah
  1. Iman kepada Kitab-kitab Allah

Salah satu pokok kepercayaan atau rukun iman dalam Islam ialah meyakini adanya kitab-kitab Allah swt. Pernyataan iman seseorang kepada Allah swt yang tidak diikuti dengan keyakinan adanya kitab-kitab suci-Nya hanyalah omong kosong. Kitab-kitab Allah swt adalah himpunan wahyu yang diturunkan kepada para Rasul-Nya untuk disampaikan kepada manusia sebagai pedoman hidup.[1]

Menurut istilah, kitab adalah kumpulan wahyu Allah swt yang diturunkan kepada Rasul-rasul-Nya yang terdapat dalam lembaran-lembaran dan terkumpul menjadi satu bentuk buku. Beriman kepada kitab-kitab Allah swt ialah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah swt telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada Rasul-rasul-Nya dari Lauh Mahfud dan yakin bahwa segala isi yang terkandung di dalamnya adalah benar. Kita sebagai umat Islam belum cukup beriman kepada kitab-kitab Allah swt saja, tetapi harus senantiasa membaca, mempelajari dan memahami isi kandungannya. Sehingga kita tahu aturan-aturan dalamnya untuk selanjutnya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian kita telah menjadikan kitab sebagai pedoman hidup guna memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat yang abadi.[2]   

  1. Dalil naqli tentang beriman kepada Kitab-kitab Allah

Adapun dalil yang menunjukkan bahwa kita diperintahkan untuk beriman kepada kitab-kitab Allah swt adalah sebagai berikut:

Firman Allah swt:

... <@ä. z`tB#uä «!$$Î/ ¾ÏmÏFs3Í´¯»n=tBur ¾ÏmÎ7çFä.ur ¾Ï&Î#ߙâ‘ur Ÿw ä-ÌhxÿçR šú÷üt/ 7‰ymr& `ÏiB ¾Ï&Î#ߙ•‘ 4 (#qä9$s%ur $uZ÷èÏJy™ $oY÷èsÛr&ur ( y7tR#tøÿäî $oY­/u‘ šø‹s9Î)ur 玍ÅÁyJø9$# ÇËÑÎÈ  

Artinya: “Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan Kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." (QS. Al-Baqarah/2: 285)[3]

  1. Inti beriman kepada kepada Kitab-kitab Allah

Iman kepada kitab-kitab Allah meliputi tiga perkara pokok, yaitu:         

  1. Meyakini bahwa Allah memiliki beberapa kitab suci yang diwahyukan kepada Rasul-Nya untuk dijadikan pedoman hidup manusia.
  2. Meyakini kebenaran ajaran yang ada di dalamnya secara mutlak tanpa keragu-raguan sedikit pun.
  3. Mengamalkan ajaran-ajaran yang ada di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu, angota keluarga, maupun anggota masyarakat.[4]
  1. Perbedaan beriman kepada Kitab-kitab suci sebelum Al-Qur’an dengan kitab suci Al-Qur’an

Perbedaan beriman kepada Kitab-kitab suci sebelum Al-Qur’an dengan kitab suci Al-Qur’an ialah sebagai berikut.

  1. Beriman kepada kitab suci sebelum Al-Qur’an cukup meyakini adanya kitab suci tersebut, tidak wajib mengamalkan petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya.
  2. Beriman kepada kitab suci Al-Qur’an dengan meyakini keberadaannya, meyakini kebenaran petunjuknya, dan mengamalkan petunjuk-petunjuk tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Allah swt berfirman sebagai berikut.

tûïÏ%©!$#ur tbqãZÏB÷sム!$oÿÏ3 tA̓Ré& y7ø‹s9Î) !$tBur tA̓Ré& `ÏB y7Î=ö7s% ÍotÅzFy$$Î/ur ö/ãf tbqãZÏ%qムÇÍÈ     

Artinya: Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. (QS. Al-Baqarah/2:4)[5]

 

  1. Fungsi iman kepada Kitab-kitab Allah

Fungsi iman kepada kitab-kitab Allah adalah sebagai petunjuk hidup. Manusia hidup di dunia memerlukan petunjuk agar hidupnya terarah. Petunjuk yang diperlukan harus mempunyai kualitas yang tinggi melebihi petunjuk-petunjuk yang dibuat manusia sendiri. Tanpa adanya petunjuk atau pedoman hidup, manusia akan bingung tidak tahu arah dan tujuan hidup. Petunjuk yang dapat membimbing manusia ke arah tujuan hidup hanyalah kitab suci yang telah diwahyukan Allah kepada para Rasul-Nya.

Di dalam Surah az-Zariyat ayat 56, telah ditegaskan bahwa jin dan manusia dicipta oleh Allah tidak lain hanyalah agar menghambakan diri kepada-Nya. Sementara itu, di dalam Surah al-Baqarah ayat 30 dinyatakan oleh Allah bahwa manusia diciptakan Allah sebagai khalifah di dunia dalam rangka menghambakan diri kepada-Nya.

Kehidupan manusia di bumi ini tidak lepas dari permasalahan yang sulit untuk dipecahkan. Permasalahan hidup makin bertambah banyak sehinggamanusia sering lupa dari tugas hidupnya sebagai hamba Allah.

Dengan beriman secara benar kepada kitab-kitab Allah, manusia memperoleh bimbingan dalam hidupnya sehingga persoalan hidup dapat teratasi.[6]

                                                                                         

  1. Nama-nama Kitab-kitab Allah SWT yang diturunkan kepada para Rasul
  1. Nama-nama Kitab Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya

Kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para Rasul-Nya yang wajib kita imani yaitu ada empat antara lain:

  1. Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s.
  2. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Dawud a.s.
  3. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa a.s.
  4. Kitab Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.[7]
  1. Persamaan dan perbedaan Kitab-kitab Allah

Dari segi isi terdapat persamaan dan perbedaan. Persamaan yang ada pada kitab-kitab itu terletak pada aspek akidah, yaitu tauhid atau mengesakan Allah, sedang aspek-aspek hukum atau syariat mengalami perkembangan dari satukitab ke kitab yang lain.

Dalam hal akidah secara prinsipal sama saja, tetapi diungkapkan dalam pemaparan bahasa yang berbeda. Dalam Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, pemaparan prinsip tauhid diperkaya dengan berbagai penjelasan dan bukti yang memberikan argumentsi yang jelas dan tepat, karena umat Nabi Muhammad telah mampu mengembangkan nalar dan tingkat perkembangan pemikiran umatnya belum membutuhkannya.

Demikian pula dalam persoalan hukum, pada Al-Qur’an aturan-aturan Allah dikemukakan secara luas dan jelas. Kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada manusia sebelum Al-Qur’an telah hilang atau kendatipun dianggap ada pikiran manusia ke dalamnya. Oleh karena itu, Allah menurunkan Al-Qur’an untuk meluruskan kesalahan itu dan menghapus kelaikan kitab-kitab sebelumnya dan menggantikannya dengan Al-Qur’an.[8]

  1. Perbedaan Kitab dengan Suhuf
  1. Kitab: Menurut bahasa artinya “yang ditulis”, sedangkan menurut istilah adalah kumpulan firman Allah yang diturunkan kepada para Nabi untuk disampaikan kepada umatnya.
  2. Suhuf: Menurut bahasa artinya “lembaran”, sedangkan menurut istilah adalah lembaran-lembaran yang berisikan firman Allah tentang hukum-hukum yang disampaikan kepada para Nabi untuk diteruskan kepada umatnya.[9]

Jumlah kitab yang wajib diimani ada 4 yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an. Sedangkan jumlah suhuf yang harus kita ketahui adalah sebagai berikut:

            Nabi Idris a.s. menerima 30 suhuf.

            Nabi Syis a.s. menerima 50 suhuf.

Nabi Ibrahim a.s. menerima 10  suhuf.

            Nabi Musa a.s. menerima 10 suhuf.

Disamping ada perbedaan antara kitab dan suhuf, maka antara keduanya juga ada persamaan. Adapun persamaan antara kitab dan suhuf yaitu sama-sama wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul-Nya untuk dijadikan pedoman hidup.[10]

 

 

  1. Hikmah diturunkannya Kitab-kitab Allah

Ada beberapa hikmah diturunkannya kitab-kitab Allah yaitu antara lain sebagai berikut.

  1. Melepaskan manusia dari kesesatan
  2. Mendapat syifa’ (obat) dari Allah
  3. Selalu mendapat rahmat dari Allah
  4. Mendapat ilmu pengetahuan yang luas
  5. Menjadi manusia pilihan
  6. Selalu mendapat petunjuk dari Allah[11]
  1. Perilaku yang mencerminkan beriman kepada Kitab-kitab Allah

Perilaku orang yang beriman kepada kitab Allah antara lain:

  1. Memiliki rasa hormat dan menghargai kitab suci sebagai kitab yang memiliki kedudukan di atas segala kitab yang lain.
  2. Berusaha menjaga kesucian kitab suci dan membelanya apabila ada pihak lain yang meremehkannya.
  3. Mau mempelajari dengan sungguh-sungguh petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya, baik dengan membaca sendiri maupun menghadiri majelis taklim.
  4. Berusaha untuk mengamalkan petunjuk-petunjuknya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
  5. Berusaha untuk menyebarluaskan petunjuk-petunjuknya kepada orang lain, baik di lingkungan keluarga sendiri maupun masyarakat.
  6. Berusaha untuk memperbaiki bacaannya dengan mempelajari ilmu tajwid.
  7. Tunduk kepada hukum yang ada di dalam kitab suci dalam menyelesaikan suatu permasalahan.[12]

 

  1. Sikap mencintai Al-Qur’an sebagai Kitab Allah
  1. Pengertian Al-Qur’an

Al-Qur’an menurut lugah/bahasa artinya membaca atau bacaan yang mengandung makna bahwa agar supaya Al-Qur’an itu senantiasa dibaca/dijadikan bacaan setiap hari. Sedangkan menurut istilah Al-Qur’an yaitu firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dari Lauh Mahfud melalui malaikat Jibril a.s. serta membacanya termasuk ibadah yang berpahala.

Kitab Al-Qur’an merupakan kitab terakhir yang diturunkan nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad saw sebagai mukjizat paling besar dan bukti kerasulannya. Al-Qur’an berfungsi menyempurnakan kitab-kitab suci terdahulu sebelum Al-Qur’an.[13]

  1. Nama-nama lain Al-Qur’an

Adapun nama-nama lain Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

  1. Al-Furqan artinya pembeda.
  2. Al-Kitab artinya kitab yang dibukukan.
  3. Az-Zikr artinya peringatan.
  4. Al-Mau’izah artinya nasihat.
  5. Al-Bayan artinya penjelas.
  6. Al-Burhan artinya bukti kebenaran.
  7. Al-Huda artinya petunjuk.[14]
  1. Pokok-pokok kandungan Al-Qur’an

Sebagai kitab suci yang menyempurnakan kitab terdahulu, Al-Qur’an berisi petunjuk hidup secara lengkap sesuai dengan perkembangan zaman. Ajaran yang terkandung di dalam Al-Qur’an secara garis besar, antara lain sebagai berikut:

  1. Akidah, yakni mengajarkan kepercayaan terhadap Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari akhir, dan takdir. Keenam perkara ini disebut rukun iman atau pokok-pokok kepercayaan. Di samping enam pokok kepercayaan tersebut, diajarkan pula kepercayaan akan hal-hal gaib, seperti jin, setan, alam akhirat, surga, dan neraka.
  2. Ibadah, yakni mengajarkan tentang cara-cara beribadah kepada Allah.
  3. Muamalah, yakni mengajarkan hubungan antar manusia, baik dalam keluarga, tetangga, maupun masyarakat.
  4. Akhlak karimah, yakni mengajarkan tentang budi pekerti yang mulia, baik dengan anggota keluarga dan masyarakat secara luas maupun dengan Allah sebagai penciptanya.
  5. Tarikh, yakni menceritakan sejarah umat terdahulu untuk diambil pelajaran bagi umat sesudahnya.
  6. Syariat, yakni mengajarkan tentang peraturan perundang-undangan secara menyeluruh yang berkaitan dengan ibadah, akidah, dan muamalah.[15]
  1. Hikmah dan fungsi diturunkannya Al-Qur’an 

Sebelum Al-Qur’an diturunkan, masyarakat Arab hidup dalam kegelapan. Mereka juga disebut masyarakat jahiliah karena tidak mampu memilih petunjuk dengan benar. Mereka banyak menyimpang dari agama tauhid yang telah diajarkan nabi sebelumnya.

Setelah Nabi Muhammad saw diutus Allah swt untuk menyampaikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup yang benar, sebagian mereka ada yang beriman dan sebagian ada yang menolak. Mereka yang semula menyembah berhala, kemudian menyembah Allah swt dan mau mengikuti ajaran Islam. Dengan demikian, hikmah diturunkannya Al-Qur’an adalah untuk menuntun manusia ke jalan yang benar agar selamat hidupdi dunia dan akhirat.

Kitab suci diturunkan oleh Allah swt kepada Rasul-rasul-Nya berfungsi sebagai petunjuk atau pedoman hidup manusia. Kehidupan manusia di dunia ini mengalami perkembangan dari kehidupan yang sederhana menjadi lebih maju atau modern. Oleh karena itu, Allah tidak hanya menurunkan satu kitab.

Kedudukan Al-Qur’an terhadap kitab-kitab suci yang lain adalah sebagai penyempurna. Ajaran yang terdapat dalam kitab suci terdahulu bersifat sederhana dan disempurnakan oleh kitab suci Al-Qur’an.[16]  

  1. Sikap mencintai Al-Qur’an sebagai Kitab Allah

Kita sebagai umat Islam harus mencintaiterhadap kitab sucinya yaitu Al-Qur’an, bukti kecintaan kita terhadap Al-Qur’an yaitu dengan cara:

  1. Membaca Al-Qur’an
  2. Mendengarkan Al-Qur’an
  3. Mempelajari dan mengajarkan isi kandungan Al-Qur’an
  4. Mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an
  5. Membumikan nilai-nilai Al-Qur’an.[17]

Alat/Bahan/Sumber Belajar : Multimedia (Power Point)

 

 

Referensi                                :

Ibrahim T. dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009.

Al Arif, Ahmad Adib, Akidah Akhlak, Semarang: Aneka Ilmu, 2009.

Taufiq, Ahmad dan Muhammad Rohmadi, Pendidikan Agama Islam: Pendidikan Karakter Berbasis Agama, Surakarta: Yuma Pustaka, 2010.

Uman, Cholil dan Mas’ud Nawi, Materi Penting Pendidikan Agama Islam, Surabaya: Surya Agung, 1996.



[1] T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 2.

[2] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 2.         

[3] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 3.         

[4] T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 2-3.

[5] T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 3.

[6] T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 4.  

[7] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 9-10.   

[8] Ahmad Taufiq dan Muhammad Rohmadi, Pendidikan Agama Islam: Pendidikan Karakter Berbasis Agama, (Surakarta: Yuma Pustaka, 2010), hlm. 19-20.

[9] Cholil Uman dan Mas’ud Nawi, Materi Penting Pendidikan Agama Islam, (Surabaya: Surya Agung, 1996), hlm. 9.

[10] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 4-5.

[11] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 7-9.  

[12] T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 21. 

[13] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 10-11.

[14] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 12.

[15] T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 14-15. 

[16] T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak Jilid 2 Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 13-14. 

[17] Ahmad Adib Al Arif, Akidah Akhlak, (Semarang: Aneka Ilmu, 2009), hlm. 12-14.

 



Dikirim pada 13 Juni 2013 di Uncategories
comments powered by Disqus
Profile

selalu optimis More About me

Page
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 5.081 kali


connect with ABATASA